Beberapa hari yang lalu
saya ikut dengan armada bus tempat saya mencari nafkah selama ini
dengan tujuan semula Ziarah Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya,
Suramadu, Bangkalan kemudian menyeberang ke Pulau Bali. Bermula dari
pembicaraan saya dengan tamu yang menginginkan tujuan tersebut
memakai armada kami, dan kebetulan saya juga ada beberapa obyek yang
belum pernah saya kunjungi jadilah saya pengen ikut dalam rombongan.
Semula panitia bilang tidak bisa karena dari kuota 3 armada bus yang
di pakai sudah full di pesan, jadilah saya tidak jadi ikut, tapi
selang beberapa hari kemudian saya di telepon pihak panitia
bahwasanya ada kursi kosong yang bisa saya tempati gratis. Gayung pun
bersambut, jadilah saya berencana ikut dalam rombongan ziarah
tersebut.
 |
| Armada siap di tempat penjemputan |
Hari H, Jum'at 28
September selepas Sholat Jum'at, armada kami sudah siap meluncur ke
tempat penjemputan di seputaran Jetis Bantul, satu persatu peserta
ziarah berdatangan, ada sebagian yang di jemput dengan bus kecil
menuju tempat berkumpul, akhirnya sebelum Sholat Ashar semua peserta
sudah lengkap, kami Sholat Ashar dahulu, baru kemudian naik ke bus
masing masing, mulai deg deg an karena sepertinya ada peserta yang
tidak mendapat jatah tempat duduk, alias kelebihan muatan, kok bisa?
Saya juga tidak tahu, tapi sepertinya pihak panitia menghitung jumlah
kursi semua untuk peserta, tidak termasuk panitia, nah loh.
Akhirnya hal yang saya
tidak inginkan pun benar benar terjadi, saya harus duduk boncengan (
berdua satu kursi ) dengan panitia, huft, tidak terbayang apabila hal
ini nanti terjadi selama perjalanan yang kira kira 4 hari pulang
pergi. Sekitar jam 16.00 wib bus mulai berjalan meninggalkan wilayah
Jetis Bantul, dan kembali terkejut saya ketika panitia mengumumkan
bahwa tujuan ziarah kali ini akan di mulai langsung dari Pulau Bali
terlebih dahulu baru kemudian menuju ke obyek ziarah di Jawa Timur,
waduh, padahal berangkat sudah sore begini, mau sampai di Pulau Bali
jam berapa? batin saya. Tapi baiklah, berhubung panitia maunya
seperti itu, we'll see saja. Sempat terbersit keinginan untuk
membatalkan diri saya saja alias ndak jadi ikut rombongan, tapi sudah
kepalang basah, ibarat sudah terkena air, mandi sekalian. Hehe.
Makan malam pertama di RM
Nurul Huda Sragen, sekaligus Sholat Magrib dan Isya', sayapun
berinisiatif untuk pindah armada yang lain, semoga lebih beruntung,
tapi oh tapi, ternyata oh ternyata, di bus inipun, nasibnya tidak
kalah mengharukan, semua kursi juga sudah terisi. Dan lebih parah
lagi adalah, saya harus duduk di tangga pintu belakang, what a pity i
am. Hiks hiks, rasanya mau turun saja tapi benar benar sudah kepalang
basah. Terusin saja sampai basah kuyup. Heu heu. Terkantuk kantuk
sepanjang perjalanan, kepala terbentur kursi adalah bukan hal aneh
lagi, anda kasihan sama saya? Ndak usahhh, biasa saja kok. He he.
Akhirnya tiba juga di
Pasuruan sekitar jam 05 wib pagi kurang dikit untuk Sholat Subuh
bersama, meski sudah di ingatkan untuk tidak berlama lama di setiap
tempat transit mengingat waktu yang semakin mengejar, tapi panggilan
alam mengalahkan segalanya, apalagi ibu ibu, begitu ketemu air dan
terasa gerah, langsung deh mandi, he he. Segerrrr, walaupun di
pelototin hampir semua teman seperjalanan, cuek sajah. Hadeh. Siap
siap melanjutkan perjalanan, ada yang sudah seger, ada yang bawa teh
manis panas, ada yang bawa kacang rebus, ada yang masih tetep kucel,
termasuk saya. Dan perjalanan pun di lanjutkan. Hingga perut crew bus
tidak bisa mentolelir lapar lagi alias keroncongan, rombongan pun
berhenti di RM Putra Jawa Timur Besuki, Situbondo.
 |
| RM Putra Jawa Timur Besuki |
Alhamdulillah bisa
nge charge hp yang udah kelap kelip cenat cenut minta di isi batrei
nya. Sekalian makan pagi mengisi perut dengan menu yang enak gak enak
harus enak, daripada lapar?. Makan pagi selesai, sebagian besar
peserta sudah seger karena habis menyentuh air, perjalanan kita
lanjutkan. Cuss Ketapang Banyuwangi. Perjalanan yang biasanya bisa di
kebut pada malam hari, kali ini tidak bisa, karena sudah banyak
aktifitas warga yang di lakukan di jalan, di tambah lalu lalang anak
sekolah, sehingga estimasi perjalanan menjadi molor tak terkendali.
Hingga jam 13.00 wib siang kami baru masuk ke Pelabuhan Ketapang,
suasana sangat terik, di tingkahi suara suara pedagang yang
menawarkan dagangan mereka, akupun mengambil 1 botol pulpy orange
yang harganya tidak tanggung tanggung 10 ribu rupiah, tapi lumayan
buat menghilangkan dahaga selama berlayar menuju Gilimanuk yang
memakan waktu sekitar setengah jam lancar ini.
 |
| Landing di Gilimanuk |
Alhamdulillah mendarat
dengan lancar di Gilimanuk sekitar jam 14.00 wita, rombongan langsung
cuss melanjutkan perjalanan tanpa istirahat, sepanjang perjalanan
pemandangan langsung berubah, dari yang tadinya di tanah Jawa,
menjadi pemandangan di Pulau Bali yang indah penuh dengan pepohonan
Kelapa dan hamparan terasering padi yang meliuk liuk, rumah rumah
khas Bali yang masih banyak terdapat lumbung padi atau jineng mas di
tiap tiap rumah di sepanjang perjalanan Kabupaten Jembrana.
Perjalanan sedikit terusik dengan sedikit insiden yaitu panitia yang
baru pertama kali mengadakan ziarah ke Pulau Bali salah informasi
tentang catering yang di pesan sehingga crew bus masuk ke rumah makan
yang salah, yang kebetulan bernama sama. Tapi tidak apa apa, malah
bisa menjadi referensi untuk jadwal rombongan berikutnya apabila
menginginkan wisata dengan tujuan Pulau Bali. Hingga pukul 18.00 wita
rombongan baru bertemu dengan catering yang di pesan di Tabanan,
rombongan yang sebagian besar sudah lapar pun langsung menyerbu nasi
box yang di sediakan oleh panitia. Nyam nyam .... lega melihat
penumpang yang berangsur cerah wajahnya sehabis manyantap hidangan.
Dan karena sudah malam, guide yang di pesan panitia pun mengarahkan
acara ziarah ke Seseh di Mengwi Badung. Sekitar jam 20.00 wita malam
tiba di tempat, dengan latar belakang debur ombak Pantai Seseh di
malam hari, acara ziarah pun berlangsung khidmat.
Selesai dari Pantai
Seseh, acara di arahkan oleh guide menuju ke tempat penjualan oleh
oleh di seputaran jl Gatot Subroto bagian barat, di Denpasar ....
nah! Di sinilah keputusan saya untuk memisahkan diri dari rombongan
wisata ziarah untuk meng explore Pulau Bali sendiri, terutama ke
obyek obyek wisata yang belum pernah saya kunjungi, sekalian juga
untuk referensi apabila ada tamu yang menghendaki obyek wisata
tersebut. Tengak tengok hotel buat bermalam, eh nasib baik langsung
berpihak pada saya, cuma berjarak sekitar 20 meter ada sebuah hotel
yang lumayan, langsung check in dah, selamat jalan rombongan menuju
Negara dan obyek wisata ziarah lainnya di Jawa Timur. Zzzzzzzzz
nyenyak bener tidur di kasur, hilang sudah penat seharian kemarin.
Keesokan harinya, makan
pagi di hotel cuman di kasih telor rebus, teh, kopi dan kue, masih
lah terasa lapar perut ini, cari makanan yang halal, dapatnya ....
tet tot .... mie rebus yang di jual deket hotel, lumayan banget buat
mengusir lapar, kemudian dengan di antar petugas hotel, mulailah
berkeliling mencari persewaan motor buat 2 hari, yang akhirnya dapat
juga di Pamecutan dekat Pasar Badung, lumayan 60 ribu buat 2 hari,
plus bensin sudah bisa di pakai buat puter puter, yang pertama saya
cari tentulah ..... peta, karena mengandalkan apps peta di blackberry
sangat tidak bersahabat. Jadi cara manual lebih oke menurut saya.
Kelar beli peta di toko buku dalam swalayan di jl Hos Cokroaminoto,
kembali ke hotel buat sholat dhuhur, kemudian cuss ke Pantai Kuta,
pemandangan tidak biasa di tempat lain akan terasa biasa di tempat
ini, tak lain dan tak bukan adalah ... bule bule dengan penutup badan
seadanya ... he he he.
 |
| Kute oh Kute |
Meninggalkan Pantai Kuta yang panas karena
memang siang hari, seharusnya tadi ke Kuta sore sore pas sunset, tapi
gak papalah, lain waktu saja, kembali berkeliling didaerah Seminyak
yang kurang lebih nuansanya sama dengan Kuta, sampai lupa watu,
jam sudah hampir jam 17.00 wita, segera kembali ke hotel buat sholat
ashar, selepas sholat isya cuman saya habiskan buat ngobrol ngobrol
dengan petugas hotel tentang adat istiadat dan berbagai macam
kebiasaan masyarakat Bali. Cari makan malam di sekitar hotel kemudian
tidur. Kehidupan malam di lewatkan .... he he.
Hari Senin, sehabis
sarapan saya langsung menggeber motor sewaan menuju ke Ubud. Melewati
Pasar Seni Sukawati, melewati Batubulan tempat biasa di adakan pentas
barong, melewati kawasan kerajinan perak Celuk, yang mungkin karena
masih pagi jadi masih banyak toko yang tutup.
Tak lupa sebelumnya
mampir di Tegal Alang, tempat banyak di jual aneka kerajinan hiasan
dari kaca, balik lagi ke selatan, ke Ubud, foto foto Neka Museum,
Antonio Blanco Museum ( tapi tidak masuk, karena waktunya mepet ) dan
mampir warnet sebentar buat ngeprint tiket pulang nanti malam, balik
lagi ke selatan, mampir sebentar di toko oleh oleh sekedar beli
sedikit oleh oleh khas Bali, lalu ke kantor Bali Zoo di Sukawati Kab
Gianyar, minta brosur dan kontrak untuk travel, kemudian ke Bali Bird
Park Singapadu Batubulan Kab Gianyar, ngobrol dengan marketing. Minta
brosur dan kontrak, langsung pamit pulang, karena mau check out
hotel.
 |
| Sukawati dari arah utara |
 |
| Ubud |
Keluar dari hotel, puter
puter niatnya mengembalikan motor, tapi saya lupa nama jalan dan
bahkan kemarin tidak minta nomer telepon nya, jadi cuman ingat
tempatnya tanpa tau alamatnya, kesasar dah, tapi Alhamdulillah ketemu
juga. Kelar urusan dengan motor telepon taxi menuju ke Ngurah Rai
dengan sebelumnya mampir juga di Joger Kuta buat beli beberapa potong
kaos pesanan teman teman jogja. Sholat ashar dan makan di bandara,
setelah di lengkapi dengan delay sekitar setengah jam akhirnya jam
20.10 wib tiba juga kembali di yogya. Lega.