Tuesday, August 13, 2013

BBM oh BBM

          Barangkali sudah amat terlambat saya memposting judul ini, karena pasti anda sudah tahu, kenaikan harga bbm pada akhir Bulan Juni 2013 yang lalu yang pasti membuat berbagai reaksi pro dan kontra dari masyarakat. Sebagian menganggap hal tersebut adalah langkah yang tepat, mengingat harga jual bbm di tingkat dunia yang juga mengalami kenaikan yang signifikan, yang mau tidak mau juga mempengaruhi harga jual bbm di Indonesia yang walaupun adalah salah satu penghasil minyak di dunia namun ternyata belum mampu memenuhi kebutuhan minyak dalam negeri sendiri sehingga terpaksa harus bergantung juga dengan negara penghasil minyak lain.
           Imbas dari kenaikan harga bbm yang terjadi tentu saja sangat berpengaruh terhadap beberapa sektor industri, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Salah satu yang terpengaruh secara langsung adalah sektor pariwisata, salah satunya penyedia jasa layanan Transportasi wisata dan juga secara tidak langsung mempengaruhi harga jual Biro Perjalanan Wisata.
           Sargede dan Sargede Muda Wisata yang bergerak dalam bidang tersebut di atas, mau tidak mau juga terkena imbas dari kenaikan harga bbm, baik dari harga sewa bus yang naik sekitar 30% dari harga semula, juga harga paket wisata yang terpaksa menyesuaikan dengan harga sewa armada yang di pakai dalam melayani konsumen yang dewasa ini semakin kritis dalam hal kepuasan pelanggan.
            Berikut kami sampaikan beberapa perubahan harga untuk destinasi wisata populer yang bisa di jangkau dalam 1 hari untuk pengambilan penumpang dari Kota Yogyakarta tercinta untuk kapasitas bus besar 40, 42, 44, 48, 54 & 59 kursi
  • Semarang                                                          Rp 2,800,000,-
  • Cilacap/ Jepara/ Pacitan                                    Rp 3,500,000,-
  • Magelang                                                          Rp 2,600,000,-
  • Pantai di Gunung Kidul                                      Rp 2,600,000,-
  • City Tour dalam kota                                         Rp 2,000,000,-
  • City Tour + Prambanan/Kaliurang/ Parangtritis   Rp 2,200,000,-
  • Drop/ Jemput Bandara/ Airport/ Stasiun - Hotel Rp 1,500,000,-
Namun walaupun terjadi kenaikan harga yang signifikan tentu saja kami berharap agar dunia pariwisata tidak mengalami kelesuan mengingat kebutuhan untuk berwisata dewasa ini sudah bukan lagi menjadi kebutuhan tersier bahkan adalah sudah menjadi satu gaya hidup masyarakat Indonesia. Semoga.

0812 296 8247
51AAF08E

Salam Pariwisata.

Tuesday, April 9, 2013

Masjid "Tiban" Turen

           Berawal dari permintaan tamu yang ingin mengunjungi Masjid Turen di Malang Jawa Timur, saya akhirnya menuju lah ke sana, sekitar pertengahan Bulan Desember 2012 dengan kendaraan umum yaitu Bus Mira jurusan Jogjakarta - Surabaya, tengah malam saya berangkat. Terkantuk kantuk, penumpang cuman sedikit tidak membuat saya tertidur karena ...... he he, agak agak spooky. Baiklah, semakin ke timur, penumpang semakin banyak, apalagi menjelang pagi dan ketika sudah masuk wilayah Jawa Timur. Sekitar jam 07 pagi, sampailah saya di Terminal Jombang, istirahat, mandi, makan soto, lanjut naik bus Puspa Indah jurusan Jombang - Malang. Perjalanan agak lambat karena memang bus umum, menaikkan dan menurunkan penumpang di sepanjang perjalanan. 3 jam kemudian saya sudah masuk wilayah Kota Wisata Batu, perjalanan naik naik puncak gunung terbayar dengan pemandangan di kanan kiri jalan yang ( lebay ) indah. Namun sayang semakin mengarah ke Kota Malang, mendung datang dan semakin menggelayut, dan akhirnya di sekitar Obyek Wisata Sengkaling,  hujan sukses turun dengan derasnya. Apalagi masuk wilayah Kota Malang, jalan jalan banjir karena selokan tidak mampu menampung air hujan. Akhirnya sekitar jam 13 an sampailah saya di Terminal Landungsari Malang. Makan siang dan Sholat di terminal, kemudian melanjutkan perjalanan mencari penginapan untuk stay sementara di Malang. Naik angkot lagi ke arah salah satu homestay hasil googling di sekitar Stasiun Malang baru. Agak lama juga putar putar akhirnya ketemu juga yang di tuju dan kebetulan juga masih ada kamar. Jonas Homestay di Jl Dr Sutomo, Malang.

Tampak depan Jonas Homestay

Yuk ngopi yuk, tapi yang di pajang botol botol bir... ha ha ha
           Istirahat sebentar, mandi langsung cari motor sewaan, yang ternyata di penginapan ada, motor Honda Beat siap di geber menuju ke Turen. Berbekal penunjuk arah dari google map, meluncurlah saya membelah Kota Malang menuju Masjid Turen di Sananrejo, Turen, Malang yang berjarak sekitar 30 km ke arah tenggara. Pasti ada acara tersesat di jalan mengingat baru pertama kali menginjak daerah situ dan arah mata angin yang terbolak balik, timur jadi barat, selatan jadi utara, Alhamdulillah penunjuk arah besar di sediakan oleh Pemerintah Kota Malang yaitu arah Dampit. Lurus - kiri - lurus - kiri dan seterusnya, hingga akhirnya ketemu juga penunjuk arah dengan bunyi "Turen". Lega. Perjalanan pun di lanjutkan. sekitar jam 16 sampai juga saya di tempat parkir di sekitar Masjid Turen. Dan inilah dia beberapa gambarnya ......


Pintu masuk di lihat dari depan, di kanan kiri gang ini terdapat kios kios penjual cenderamata dan oleh oleh, seperti kerupuk, apel, keripik apel dsb


Masuk gerbang, kita di sambut oleh pos jaga, di harapkan kita melapor di sini selain juga melapor di ruangan di bagian lain gedung ini yaitu di sebelah belakang.



Jalan menurun di dalam gedung yang penuh ornamen WOW ( sudah lepas alas kaki ya ), menuju ke bagian belakang Masjid yang juga merupakan lantai bawah


Bagian lain didalam gedung


Terletak di bagian belakang gedung, adalah semacam meja resepsionis untuk penerimaan tamu, dan juga tempat apabila pengunjung menginginkan guide untuk berkeliling di seluruh ruangan Masjid Turen


           Tidak berlama lama saya di sini, sekitar jam 17.15 saya meninggalkan area masjid, pulang ke Kota Malang. Sejenak mampir di Masjid pinggir jalan untuk Sholat Magrib dan makan malam. Perjalanan kembali ke Kota Malang relatif lebih cepat, karena sudah tahu jalannya, sehingga habis waktu Isya' saya sudah tiba kembali ke penginapan. Untuk besoknya saya jalan jalan ke Kota Wisata Batu dan pulang kembali ke Yogyakarta sore harinya. Oh ya, untuk ulasan Masjid Turen silahkan anda buka Wikipedia dengan kata kunci Masjid Turen, pasti ketemu. Salam 

 0812 296 8247

51AAF08E 

Saturday, April 6, 2013

Jum'at, Minggu ini

Waduh ........ sudah sebulan kagak ngepost .....udah jamuran saja ini blog.
Baiklah ...
Blogging is started.
Kali ini saya bukan mau berlagak wise atau apa, tapi sekedar menumpahkan apa yang ada di benak saya saja. Daripada jadi jerawat mending jadi postingan di blog, he he.

1. Jum'at kemarin, tidak biasanya saya datang terlambat ke Masjid, gegara urusan pekerjaan yang seharusnya bisa saya lakukan lebih awal atau lebih cepat, tapi karena penundaan waktu, #ohyasudahlah. it happened anyway.
Khotbah Jum'at seperti biasa Khotib mengajak semua jamaah untuk lebih bertaqwa ( aduh, rasa rasanya  saya masih jauh dari bertaqwa ), masih timbul tenggelam alias angot angotan kalau Bahasa Jawa. Nah yang sangat nendang adalah ketika khotbah akan berakhir, Khotib bilang "Satu hari, Rasulullah SAW mencelupkan jarinya ke air laut, kemudian mengangkatnya, kemudian Rasulullah bersabda, "Air yang menempel di jariku adalah ibarat kehidupan di dunia, sedangkan kehidupan di akhirat adalah air laut itu sendiri, MasyaAllah.... betapa kehidupan di dunia sangat amat kecil sekali di bandingkan kehidupan di akhirat kelak, sekali lagi,  itu nendang banget bagi saya.



Masjid Agung Kota Batu, Malang



2. Masih di hari yang sama, pulang Sholat Jum'at, sudah ada yang nunggu dari salah satu Bank Syariah di Jogja ... berikut petikan obrolan saya waktu itu, agak agak di edit sedikit biar seru
Saya ( I )             : *Baru sampai kantor dari pulang Sholat Jum'at, yang menurut saya Khotbahnya termasuk cepat* " Eh, sudah lama mas?"
The Man ( N )     : " Belum."
I                          : "Tadi Sholat Jum'at di mana?"
N                         : "Tadi mampir di jalan."
I                          : "Enggak, tadi Sholat Jum'at di mana?"
N                         : " Di jalan tadi."
I                          : "Sholat Jum'at ya di Masjid dong, masak di jalan."
N                         : *tersenyum kecut, kecut banget malah*
Fakta :
- Ternyata N dari tadi merokok, dan saat saya tiba dia sedang merokok hampir dapat separo
- Begitu saya masuk kantor, saya tanya sama mahasiswi yang sedang magang ( yang menunggu kantor ketika karyawan laki laki semua sedang Sholat Jum'at ),
I                           :"Sejak kapan dia ( N ) datang?" tanya saya
X ( Mahasiswi )    :"Sejak tadi pak, sebentar setelah bapak pergi ke Masjid."
I                           : "Dari tadi nggak pergi pergi?"
X                          : "Nggak, dari tadi di situ, paling cuman mondar mandir sebentar di depan."
- Jadi? kapan Sholat Jum'at nya dong?, secara pegawai Bank Syariah gitu lohhhhhh *tepok jidat*

3. Masih di Jum'at yang sama juga, sekitar jam 13.30 saya mendapat sms dari nomor yang tidak di kenal di hp saya, yang ternyata adalah nomor tetangga/ saudara yang kebetulan belum tersimpan di dalam memory telepon genggam saya karena kebetulan saya ganti hp. Isi dari sms tersebut adalah mengabarkan bahwa salah satu tetangga dekat saya satu RT meninggal dunia. Terasa tidak percaya dengan isi sms yang saya terima, selain karena setahu saya almarhumah tidak sedang sakit keras juga mengingat usianya juga belum bisa di bilang tua. Setengah tidak percaya saya telepon pengirim sms untuk memastikan kebenaran berita tersebut, dan yang ternyata adalah benar adanya. #Makjleb, 1 hal lagi membuat saya mengucap "Ya Allah, ternyata umur manusia benar benar ada di tangan-Mu. Tidak muda, tidak tua, tidak bayi pun tidak remaja, semua bisa kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa kapanpun juga.

4. Saat sedang menulis blog ini kebetulan di salah satu stasiun televisi swasta yaitu Indosiar, sedang menayangkan satu buah sinetron yang menurut saya amat sangat tidak mendidik sekali, penuh dengan aroma kebencian dan kekerasan terhadap wanita dan anak anak. Entah bagaimana perasaan aktor dan aktris yang memerankan, ketika satu saat mereka melihat sinetron utuh yang mereka perankan. Oh baru tau, ternyata judulnya "Kenapa ayahku jahat". Ah tapi memang sinetron sekarang penuh hal yang mustahil, ada yang kaya raya tanpa di perlihatkan dia bekerja apa. Ada juga yang sedang berakting tidur pulas, tapi dengan riasan wajah yang tebal sempurna. Ada pula peran Haji dan Hajjah yang di buat oleh sutradara menjadi sangat amat jahat dan tolol, kadang saya berpikir apa itu aktor dan aktris tidak berpikir ya sebelum memerankan tokoh, atau karena dapat duit banyak sehingga mereka mau memerankan tokoh tersebut, jangan kemudian berdalih bahwa itu sekedar akting, tapi tidak berpikir dengan efek negatif yang mungkin bisa di timbulkan. Eh lha kok malah marah marah sama sinetron? habis saya suka kesel sama tayangan televisi, anak anak lagi nonton, eh pemain sinetron sedang teriak teriak sumpah serapah sambil mendelik matanya tidak karuan. Huh!
ah sudahlah. mending matiin tivi. layar di tutup. salam

0812 296 8247
51AAF08E




Monday, March 4, 2013

Bus Pariwisata Jogja

         Seiring perkembangan waktu, dewasa ini berwisata sudah tidak berada di tempat sekunder apalagi tersier dalam daftar kebutuhan sehari hari kita. Urusan pekerjaan yang menyita hampir 75% dari seluruh waktu kita dalam sehari di akui atau tidak akan menimbulkan kelelahan/ kejenuhan pikiran yang bisa berimbas pula pada penurunan produktifitas kerja, it means … menurun pula kualitas produksi yang di hasilkan.

        Nah!!! berangkat dari hal ini, kebutuhan untuk me refresh fikiran sehingga tidak timbul kejenuhan yang tidak diinginkan sangatlah di sarankan, salah satunya adalah berwisata. Meng explore hal hal baru di luar tempat kerja akan sangat membantu memulihkan stamina dan memunculkan kembali ide ide segar demi kemajuan perusahaan anda. Yogyakarta, kota dengan destinasi wisata yang sangat beragam, dari pantai, gunung, obyek wisata sejarah dan masih banyak lagi tersedia di Kota Pelajar Yogyakarta. Tidak cukup 1, 2 atau 3 hari untuk melahap obyek wisata yang ada di Kota Yogyakarta dan sekitarnya dari ujung ke ujung.

           Apabila anda datang berkunjung ke Yogyakarta dengan rombongan kecil, maka akan sangat mudah apabila anda membawa kendaraan pribadi. Namun jangan khawatir apabila anda datang ke Yogyakarta dengan kereta api, bus atau pesawat terbang misalnya. Ada tersedia banyak moda transportasi yang bisa anda pilih, mulai dari becak, andong, motor ojek, Transjogja hingga mobil sewa dengan harga yang kompetitif *baca : bisa di tawar : ) 

          Namun apabila anda datang ke Yogyakarta dalam rombongan besar, jangan pula khawatir, kami PO Sargede sudah mempersiapkan armada bus pariwisata dengan harga yang bersahabat. Mulai dari armada Microbus dengan kapasitas kursi maksimal 30, medium bus dengan kapasitas kursi maksimal 35, hingga bigbus dengan kapasitas kursi 40, 42, 46, 48, 50 ( kanan kiri 2 2 ) dan kapasitas kursi 54, 59 ( kanan kiri 2 3 ) yang tentu akan sangat flexible sesuai dengan jumlah rombongan anda. 




Berikut daftar harga sewa bus kami ( pengambilan dari Kota Jogja )
No
Tujuan
Microbus <30 p="">
Medium bus 30-35
Bigbus >35
1
Transfer in / out



2
City Tour



3
City Tour + Dinner



4
City Tour + Kaliurang/ Parangtritis



5
City Tour + Borobudur



6
Magelang + Kopeng



7
Semarang/ Tawangmangu



8
Pantai di Wonosari



9
Kebumen-Gombong



10
Semarang-Demak-Kudus



11
Demak-Kudus-Muria



13
Pacitan/ Cilacap/ Purbalingga/ Jepara




Overland per hari



14
Malang tidak bermalam
3 hari

15
Malang 1 malam
4 hari
16
Bandung tidak bermalam
3 hari
17
Bandung 1 malam
4 hari
18
Jakarta tidak bermalam
3,5 hari
19
Jakarta 1 malam
4,5 hari
20
Bali 1 malam
5 hari
21
Bali 2 malam
5 hari
22
Bromo tidak bermalam
3 hari
23
Bromo 1 malam
4 hari

Untuk keterangan lebih lanjut silahkan menghubungi 0812 296 8247 atau pin BB 51AAF08E ( Budiyono ). Selamat ber wisata. Salam

Monday, January 28, 2013

Lawang Sewu

Selamat pagi,

Bagi yang belum tahu obyek wisata Lawang Sewu di seputaran Tugu Muda Kota Semarang Jawa Tengah, gedung yang di bangun pada sekitar tahun 1904 ( pada belum lahir kan?, sama saya juga belum ) ini tadinya di fungsikan sebagai de Nederlansch Indische Spoorweg Maatscappij (NIS) atau Kantor Pusat Perusahaan Kereta Api Swasta ( awas lidah kelipet waktu mengucapkannya ). Ini ada beberapa gambar tampak luarnya, yang di bangun oleh arsitek Prof. Jacob F. Klinkhamer (TH Delft) dan B.J. Ouendag, arsitek yang berdomisili di Amsterdam, kalau mau lebih detil lihat dalemannya, ya silahkan datang sendiri ke sana, OKE?


Di bawah lorong, pintu masuk yang sebelah kanan, adalah toilet, anda tahu kan kegunaan toilet, tapi ini bukan sembarang toilet, di mana anda akan langsung merasa berada di dimensi lain dunia, yaitu Benua Eropa, silahkan buktikan.


Tampak sangat megah ..... Iya apa iya??


Tidak membuktikan apa apa, hanya sang Photographer yang kurang profesional ...  hiks
Lawang Sewu = Pintu Seribu, yang sebenarnya adalah jendela jendela yang besar, gaya khas arsitektur Eropah ( pakai H biar mantab ).


Tugu Muda ...... tepat di depan gerbang Lawang Sewu
Bangunan di sebelah kanan gambar adalah .......... ( silahkan jawab di koment ), yang menjawab dengan benar akan di beri hadiah oleh sang penyelenggara ....


Jangan parkir di sini you know .... ini adalah Jl. Pandanaran ... yang terkenal dengan oleh oleh Bandeng presto apabila anda datang berkunjung ke Kota Semarang, 5 menit jalan kaki dari Lawang Sewu, cocok bagi anda yang ingin memperbesar betis.

Wednesday, January 16, 2013

Telanjang di Pantai Kuta

          Brrrrrrrrrr ............................ kalau lihat judulnya pasti langsung pada melotot, hayoloooo
Padahal saya cuman mau posting beberapa gambar ketika saya ada di Pantai Kuta Bali, bukan Lombok lho ya, kebetulan belum kesampaian nyambangin Pantai Kuta di Lombok sana. Oke selamat menikmati



Nunggu sunset beberapa puluh menit lagi

Selamat datang

Tetep belum tenggelam itu matahari

Yang mandi gak keliatan : )

Tetep gak kelihatan ya? hmmmm


Nah, ini dia yang di tunggu tunggu ....
Baiklah, kalau anda ingin melihat sendiri bule bule pada sunbathing, silahkan datang sendiri ke Pantai Kuta Pulau Bali sana, tau kan how to get there? kalau belum tahu, silahkan kumpulkan teman teman, hubungi kantor saya, atau langsung telepon ke 08122968247 atau pin BB 51AAF08E Salam

Sunday, January 13, 2013

Sunset & Sunrise

          Hiyahhhhhhhh .......... berasa sudah berlumut ini blog, gegara lama tidak saya sambangin, alias jarang di update. Saya sapa dulu pembaca di blog ini ... selamat pagi/ siang/ malam buat bapak/ ibu/ paman/ bibi/ kakak/ adik/ teman yang masih sudi meluangkan waktu buat sekedar baca ini blog. Saya berharap sekali bahwa blog ini tidak sekedar di baca, tapi bisa juga menjadi satu inspirasi buat pembaca semua untuk terutama seperti hobi saya travelling, untuk menjelajah nusantara ( satu saat harus dan akan bisa ). Seperti beberapa bulan lalu, keinginan saya untuk mengunjungi Bromo, berhubung pekerjaan saya yang berhubungan dengan per Piknik an, maka beberapa hari yang lalu, saya dapat kesempatan pergi ke Bromo, tanpa biaya alias gratis, di beri uang makan, di beri bonus, di beri gaji pula + pengalaman menegangkan naik ke Penanjakan II ( tempat melihat sunrise ) dan kawah Gunung Bromo dengan lautan pasirnya. Plus juga pengalaman menegangkan menuruni bukit ber jurang kanan kiri dalam suasana ngantuk dan lapar ( karena memang kami turun sekitar jam 09.30 wib. Bukan telat atau apa, tapi karena peserta terlalu asyik meng explor Gunung Bromo sehingga lupa waktu, kita sebagai pihak travel harus koar koar ke sana kemari memanggil peserta yang tersebar. 
Ambil peserta di sini nih ...
          Perjalanan di mulai sekitar pukul 14.00 wib. Oh iya, peserta kita kali ini adalah Guru, Karyawan dan keluarga SD Ponjong Gunung Kidul, sehingga kami pilih rute terdekat yaitu Wonogiri - Ponjong - Ponorogo - Madiun - Caruban yang kemudian di lanjutkan setelah makan malam dengan rute Nganjuk - Kertosono - Mojokerto - Bangil - Pasuruan - Probolinggo. Tiba di tempat istirahat, yaitu di satu buah rumah makan di Probolinggo sekitar tengah malam, kami kemudian menunggu kendaraan yang akan membawa kami ke atas Gunung Bromo sambil melepas lelah dan minum kopi. Sekitar jam 02.00 wib dinihari, 2 kendaraan elf tiba dan siap mengantar kami ke Penanjakan, rombongan yang ber 20 orang di bagi 2, dannnnnn petualangan pun di mulai.
Rumah makan tempat istirahat & makan pagi
          Kendaraan membelah jalanan di tengah malam buta, kondisi jalan yang semula landai berangsur menanjak, dan makin menanjak, hawa dingin pun mulai terasa, sebagian peserta bisa tertidur ( kok bisa??? ) ah barangkali karena lelah setelah perjalanan panjang tadi siang. Tapi bagi saya sayang sekali kalau perjalanan ini di lewatkan dengan tidur, maka melototlah saya. Aspal yang mulus segera di gantikan dengan medan menanjak dan terjal serta berbatu begitu kita sudah memasuki gerbang pembayaran tiket masuk, selama total kurang lebih 2 jam dari Probolinggo kami tergoncang goncang di dalam kendaraan, suasana tidak tampak menyeramkan, karena tertutup malam gelap gulita, kecauali deru kendaraan yang terdengar kami tidak melihat adanya jurang di samping kanan kiri ( keadaan segera berubah ketika hari sudah terang ) karena medan yang tadi malam kita lewati ternyata penuh dengan onak dan duri eh maaf salah, penuh dengan tebing dan jurang yang dalam di kanan kiri jalan. Habreuw .....
          Akhirnya sampai di Penanjakan II, dalam dingin dinihari, medan sudah penuh dengan lalu lalang kendaraan dan orang yang akan menyaksikan sunrise pagi itu, hampir sampai ketika kami harus turun karena jalan crowded, jalanan macet ( tidak hanya di kota yang bisa macet ) di puncak gunung pun bisa macet. kami teruskan dengan jalan kaki kurang lebih 50 an meter menanjak ... ada yang ngosh ngosh an, ada yang biasa saja, termasuk saya biasa saja, biasa ngosh maksudnya he he. Mentari sudah mulai menunjukkan jati dirinya di ufuk timur, sudah banyak yang pasang tripod lengkap dengan kameranya untuk mengabadikan peristiwa alam ini, detik, menit berlalu ..... sang Matahari pun mulai nampak kemerahan di timur sana semakin lama semakin cerah, hingga, tak terasa pagi sudah menjelang ..... sudah habis 1 roll kalau pakai film kita meng abadikan suasana. tapi berhubung pakai digital ya gak habis habis, palingan yang habis baterai nya, he he.

Trus apa hubungannya judul sama isi? katanya judulnya sunset, mana sunsetnya? barangkali itu sempat terlintas di benak pemirsa .... saya jawab, sunset nya ada di bagian lain blog ini.... he he sekian, salam.

Sebagian peserta
Sunrise



Sunrise

Hantunya nongol juga he he he

Sunday, November 25, 2012

Djuminten oh Djuminten

Lagi lagi dari grup BBM saya dapat cerita humor ini, dan sudah saya edit di sana sini, agar bisa di nikmati oleh seluruh Bangsa Indonesia ... he he, kalau ada kesamaan nama dan tempat kejadian perkara mohon maaf, ini hanya bercanda.

Pagi pagi sekali, Paidi dengan semangad 45 naik sepeda motor mencari rumah Djuminten, kenalan barunya di facebook. Merasa tersesat, Paidi kemudian membuka akun facebook dan mengirim pesan lewat inbox ke akun facebook Djuminten.
Paidi,                          "Halo sayang Djum .... Aku sudah sampai daerahmu nih, masuk gang yang mana ya?"
Djuminten,                  "Yang ada gapuranya, trus sampeyan lurus kira kira 25 meter ada rumah tingkat rumah mewah, warna biru, mobilnya banyak ..."
Paidi,                          "Siap ... aku sudah sampai situ nih, rumahmu ini Djum?"
Djuminten,                  "Bukan mas, sampeyan belok kanan kira kira 10 meter ada lapangan badminton ...lha sebelah lapangan itu ..."
Paidi,                          "Rumahmu itu Djum?"
Djuminten,                  "Itu rumahnya tukang jahit mas ...lurus saja, nanti setelah jembatan ada rumah dengan tulisan ISI ULANG PULSA .. lha itu .."
Paidi,                          "Pasti itu rumahmu kan???"
Djuminten,                  "Itu namanya counter mas, he he, sampeyan belok kanan saja, nanti ketemu kuburan, lha depan kuburan itu ..."
Paidi ( mulai marah ),   "Rumahmu Djum?"
Djuminten,                   "Itu gerbang kuburan masssss, sampeyan jangan masuk, sampeyan belok kiri saja  sampai ada peternakan ayam yang besar ..."
Paidi ( betul betul marah ),"Arrgggghhhh .... itu rumahmu?"
Djuminten,                   "Aku bukan ayam massss, itu masih lurus, nanti ketemu hutan, itu ..."
Paidi,                           "ITU RUMAHMU DJUM???"
Djuminten,                   "Aku bukan monyet masssssss ....sampeyan lewat hutan lurussss, nanti ketemu  masjid, nah sebelahan sama masjid itu .."
Paidi ( emosi ),             "KALAU SEKALI INI NGOMONG BUKAN RUMAHMU, TAK SANTET  KAMU DJUM!!!!"
Djuminten,                   "Xixixixixi ... iya itu rumahku mas, udah ketemu belum?"
Paidi ( lega ),               "Iya, aku sudah di depan rumahmu, asem kamu sayang Djum, bikin aku capek saja,  awas kalau ketemu tak cubitin kamu."
Djuminten,                   "Ya udah, masuk saja, ada simbok kok,"
Paidi,                           "Loh, kok malah simbok yang suruh nemuin aku? lha kamu kemana Djum?"
Djuminten,                   "Aku..... aku .....anu mas ...
.
.
.
aku udah lama di Hongkong jadi TKW mas,"

Paidi is crying on the floor .... garuk garuk aspallll .... Noooooooooooooo

SEKIAN



Friday, November 23, 2012

Menyentuh kabut di kaki Gunung Ciremai

      Beberapa hari yang lalu, tepatnya Hari Sabtu, 10 Nopember 2012, saya bersama rombongan menghadiri pernikahan saudara sepupu dari pihak istri saya di Majalengka Jawa Barat. Informasi pertama dari pihak keluarga bahwa kemungkinan bus yang kami sewa tidak bisa sampai ke lokasi karena memang berada di dataran tinggi dengan medan yang tidak memungkinkan bus besar lewat. Pada hari H, dengan menggunakan jasa Bus Pariwisata Sargede, sekitar pukul 07.00 wib di mulailah perjalanan menuju ke Majalengka Jawa Barat. Seperti biasa, peserta ibu ibu pastilah yang paling heboh dalam mempersiapkan segalanya, mulai dari dandanan, barang bawaan hingga persiapan detil lainnya, termasuk PPPK dan kantong kresek yang di persiapkan apabila ada peserta yang terpaksa harus muntah he he. Seperti biasa di awal perjalanan, semua peserta tampak berwajah ceria, penuh canda, tuan rumah dan mempelai yang ikut rombongan bus juga nampak sumringah, maklum mau mempersunting gadis Majalengka.

Suasana di dalam bus
          Istirahat pertama selain mengisi bahan bakar untuk bus, juga membuang bahan bakar bagi penumpang alias ke toilet, dan membeli beberapa makanan kecil untuk bahan bakar perut di minimarket yang ada di seputaran pom di daerah Gombong. Cuss ..... setelah selesai kendaraan kembali membelah jalur selatan Jawa. Istirahat kedua, Sholat Dhuhur dan Ashar kembali bus berhenti di daerah Bumiayu, sholat berjamaah dan istirahat sebentar sembari antri menggunakan jasa toilet yang ada di lingkup masjid, merokok bagi perokok yang sudah tersiksa ( mulut terasa pahit katanya, he he ) selama berjam jam di dalam bus, yang memang tidak di lengkapi smoking area. Selesai istirahat, perjalanan pun di lanjutkan kembali. Lunch box time : )
         Sekitar jam 15.00 bus sudah merayap di atas jalan tol Cirebon. Lumayan lengang, tapi begitu melihat tarif yang harus di bayar .... beughhhhh Rp 21.500 untuk satu ruas jalur tol, mungkin karena sesuai dengan kondisi dan situasi jalan tol nya. Tapi semua terbayar dengan dua kata ... arus lancar .... Penumpang sudah terlihat kuyu, semrawut, banyak gincu yang mulai pudar wkwkwkwk, minyak wangi yang berubah aroma, kaki yang mulai menggelembung karena darah menumpuk di sana.

Exit tol

Exit tol Cirebon menjadi pertanda bahwa dengan estimasi sekitar 1 jam lagi kami akan segera sampai di daerah tujuan Majalengka. Wajah kembali sumringah, sisir sudah mulai di siapkan, mengatur dandanan yang acakadut. Tiba tiba saya tertegun oleh satu pemandangan di luar sana .... warung Empal Gentong .... oooohhhhhhh .... ini Cirebon men .... tapi tidak mampir karena itu tidak masuk dalam itenenary perjalanan dan jelas bukan prioritas sama sekali. Empal gentong pun berlalu. Hiks hiks.
         Sekitar jam 17.00 tibalah kami di Balaidesa Singawada, Rajagaluh, Majalengka ( maaf kalau salah, karena waktu itu tidak sempat mencatat lengkap alamatnya, tapi menurut informasi calon mempelai, itulah nama tempat kami transit bus ). Segera kami di sambut dengan 2 kendaraan berupa truk dengan bak terbuka, karena memang tempat tujuan akhir kami tidak bisa di capai dengan bus. Masih dengan muka berseri seri kami serombongan naik truk, yang wanita campur dengan wanita, yang laki laki campur dengan laki laki. Rombongan wanita lebih dulu jalan, karena truk rombongan laki laki masih mempersiapkan segala macam barang bawaan yang harus di bawa ke atas. Trukpun mulai berjalan, dengan cekatan, pengemudi membawa truknya melewati pemukiman padat dengan kontur tanah yang segera menanjak tinggi. Bayangan perjalanan santai yang ada di benak segera berubah menjadi cemas, ketika truk masih melaju dengan kecepatan sedang melewati jalan yang tidak bisa di sebut lebar, dengan kanan kiri pemandangan hutan dan jurang jurang dangkal, ketika melihat ke arah atas bukit yang tinggi, calon pengantin laki laki bilang “Sudah dekat, itu di sana”, sambil menunjuk ke arah atas. Hah? Itu bukan dekat menurut saya, tapi jauh, plus jalur berkelok yang sempit dan dingin mulai menusuk tulang, dan lupa membawa jaket, lengkap sudah. 20 menit berlalu belum juga tampak perjalanan akan berakhir, sudah ada yang mulai mabuk darat, mungkin karena guncangan, pucat pasi, berpegangan pada sisi samping bak truk. Kasihan.

Ibu ibu bersiap naik truk

Hasil jepretan dengan hp pada medan yang bergoyang, pusing kan?
         Satu hal yang saya sesalkan adalah saya tidak membawa serta kamera butut saya untuk mengabadikan pemandangan indah di sisi kanan kiri jalan, sehingga hanya dengan modal telepon seluler dengan daya tangkap menyedihkan karena pencahayaan yang kurang, dan signal SOS merah karena tidak ada BTS saya mengabadikan setiap moment yang ada. Hutan Pinus ..... another beautiful scenery and i lost it. Wew!!! oke deh, tidak apa apa, semoga besok waktu perjalanan pulang saya bisa meng capture nya. Truk tiba di tempat tujuan di iringi nafas lega penumpang dan bunyi adzan Magrib pun berkumandang, Alhamdulillah, inilah Malarhayu, Bantaragung, Sindangwangi, Majalengka, yang katanya desa tertinggi di kaki bukit Gunung Ciremai. Tempat kami akan menghabiskan waktu satu hari ke depan. Setelah istirahat sejenak, kami pun segera bergantian menuju ke tempat air untuk selain membersihkan badan dan keperluan ke belakang juga mempersiapkan diri Sholat Magrib, dan brrrrrrr ..... cessssssss ..... ampuuuunnnnnn, airnya sedingin es. Bayangan mandi yang segar untuk memulihkan stamina pun segera sirna, cukup membersihkan badan yang tampak saja he he.  
        Acara seserahan berlangsung khidmat setelah Sholat Isya', di sambung dengan acara makan malam yang tak kalah nikmatnya, di tengah hawa gunung yang dingin, menikmati hangatnya teh tawar ( selama di sana kami tidak di suguhi teh manis ) dan semangkuk sup, serta menu utama nasi dan olahan daging, cukup untuk bekal ber hibernasi di temani suara jengkerik yang bersahut sahutan, serta suara berbagai hewan malam di kegelapan pepohonan hutan pinggir kampung. Alhamdlillah saya di pinjami jaket oleh sepupu saya yang kebetulan bertiga tapi membawa jaket 4, ah, kalau sudah rezeki takkan kemana.  
          Terbangun subuh, bersiap menghadapi dinginnya air gunung yang lebih dingin dari kemarin sore, mandi pagi yang ooouuuuuaaahhhhhh duingiiinnnnnnnn, jantung serasa berhenti berdetak ketika segayung air di siramkan ke tubuh, tapi lumayan mengusir dingin setelah selesai mandi. Sambil menunggu mentari muncul, ngobrol dengan penduduk lokal kerabat mempelai wanita, di suguhi air putih panas dan papaes ( makanan khas katanya ), terbuat dari tepung beras kalau tidak salah, di bungkus daun pisang dan di kukus, namun agak hambar menurut saya, sehingga perlu di temani emping melinjo juga, he he, sehingga terasa lebih nikmat. Ada juga tape ketan yang di bungkus daun jambu, di taruh di dalam toples, kemudian di siram kuah, namun karena saya kurang suka jadi tidak ikut mencicipi.
anakku in action, Latar belakang adalah hutan
ini dia si empunya blog, dg latar belakang sumber mata air yang melimpah, catat ...ini adalah di desa teratas Gunung Ciremai, katanya ...
          Setelah makan pagi, menunggu jam akad nikah yang di jadwalkan jam 10 pagi tiba, tuan rumah sudah beberapa hari menyewa hiburan CBR Entertainment, yaitu Qasidah dangdut Al-Mujahirin pimpinanan Kang Kusnadi dari Cimerang Payung Rajagaluh Majalengka, yang lumayan menghibur dengan 3 penyanyi top nya, cewek cewek dengan dandannan khas, uhuy. Di buka dengan lagu “secangkir kopi” yang di populerkan oleh siapa saya tidak tahu, kemudian “buaya buntung” by Inul Daratista, namun tidak memakai goyang ngebor he he. Di susul kemudian dengan beberapa buah lagu yang sering saya tidak tahu artinya karena memakai bahasa Sunda. Suara musiknya benar benar menggedor gedor jantung, hingga terasa mau copot. Jam 10.00 petugas KUA sudah siap di tempat, acara dangdut an di pending sementara, tempat ijab qobul, mempelai pria dan wanita disiapkan, dengan mahar seperangkat perhiasan dan uang sejumlah Rp 111,112,- yang di sesuaikan dengan tanggal, bulan dan tahun pada saat itu. Isak tangis terdengar dari mempelai wanita dan orang tua kedua mempelai, entah itu karena bahagia, sedih, senang atau apa saya tidak tahu, yang pasti semua rasa campur aduk seperti nano nano pastinya.
Di goyang mang!!! haseeekkkkkk
          Acara akad nikah lancar, sekarang tiba saatnya ............... saweran!!!!, saya baru lihat yang kayak gini pertama kali, ada seorang wanita yang menyanyi lagu sunda di depan pintu rumah, sementara kedua mempelai duduk di depan rumah, saya gak tahu artinya sama sekali, yang pasti mungkin doa doa untuk keselamatan dan kebahagiaan kedua mempelai, mungkin lho ya, di susul dengan beberapa kerabat memberi uang atau amplop di letakkan di wadah yang sudah di sediakan, kemudian dari dalam rumah, keluarga mempelai keluar sambil membawa wadah berisi beras dan uang receh, kemudian sementara acara saweran masih berlangsung, beras dan uang receh di sebar ke arah tamu di sambut dengan gegap gempita saling berebut, saya kebetulan tidak bertanya ada filosophi apa di balik acara tersebut, yang pasti kepala beradu tangan dan siku sudah jamak terjadi, termasuk saya yang mengambil gambar, siku saya mengenai seorang ibu ibu sepuh, aduhhhh maaf ibu ya, gak sengaja.  
          Acara selesai, persiapan pulang kembali ke Bantul sehabis sholat Dhuhur, setelah semua beres tinggal menunggu truk yang akan mengangkut kami turun, namun nasib berkata lain, angkutan yang tersedia cuman 1 buah truk dan 1 buah pick up yang jelas tidak cukup untuk kami semua, sehingga harus menunggu truk pertama balik lagi, dan nasib kurang beruntung masih terjadi lagi, ketika sudah berjam jam kami menunggu, akhirnya kami turun bersamaan dengan rombongan lain yang semua berbahasa sunda, ibu ibu, gandeeeeennngggg ( ramai dalam bahasa sunda ). Tapi tidak apa apalah yang penting lancar. Perjalanan turun yang mendebarkan kembali kami lewati, namun kali ini tidak tahu kenapa, kami melewati jalur yang berbeda dengan jalur waktu berangkat, mungkin yang bermukim di Majalengka tahu, kami melewati Waduk Sindangpanon, yang sepertinya sering di pakai dan memang tempatnya enak untuk sekedar duduk duduk menikmati pemandangan. Setelah berputar putar sampailah kami di bawah menjelang waktu sholat Ashar habis. Legaaa. Saatnya pulangggg.
         Bus keluar dari wilayah Majalengka sekitar 45 menit kemudian, masuk ke Kota Cirebon, sehabis waktu magrib tiba, kami sudah masuk tol. Lancar, kemudian berhenti di rest area sekitar pintu masuk tol Ciperna, wuzzzzz, begitu keluar dari bus, hawa panas dan kering serta angin kencang langsung terasa. Tapi semua terobati dengan adanya masjid dan toilet yang bersih dan nyaman. Selesai kami langsung meneruskan perjalanan pulang, setelah sebelumnya bagi bagi dinner box, bekal dari Majalengka. Pagi sekitar jam 02.00 bus tiba kembali di Bantul dengan selamat. Alhamdulillah.


Tuesday, October 16, 2012

Kisah Pemuda di Gerbong Kereta

Cerita ini saya copy paste dari grub bbm yang masuk ke telepon genggam saya pagi ini, tidak bermaksud apa apa, sekedar sebagai bahan renungan agar kita senantiasa selalu bisa mengambil satu hikmah dari satu dua peristiwa yang terjadi di sekitar kita.

Di sebuah gerbong kereta api yang penuh, seorang pemuda berusia kira kira 24 tahun melepaskan pandangannya melalui jendela. Ia begitu takjub melihat pemandangan sekitarnya. Dengan girang, ia berteriak dan berkata kepada ayahnya
"Ayah, coba lihat, pohon pohon itu, mereka berjalan menyusul kita".

Sang ayah hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala dengan wajah yang tidak kurang cerianya. Ia begitu bahagia mendengar celoteh putranya itu.

Syahdan, di samping pemuda itu ada sepasang suami istri yang mengamati tingkah pemuda yang kekanak kanakan itu. Mereka berdua merasa sangat risih. Kereta terus berlalu, tidak lama pemuda itu kembali berteriak
"Ayah, lihat itu, itu awan kan?, lihat, mereka ikut berjalan bersama kita juga".

Ayahnya tersenyum lagi menunjukkan kebahagiaan.

Dua orang suami istri di samping pemuda itu tidak mampu menahan diri, akhirnya mereka berkata kepada ayah pemuda itu
"Kenapa anda tidak membawa anak anda ini ke dokter jiwa?"

Sejenak, ayah pemuda itu terdiam, lalu ia menjawab
"Kami baru saja kembali dari rumah sakit, anakku ini menderita kebutaan sejak lahir, kemarin dulu ia baru di operasi, dan hari ini adalah hari pertama dia bisa melihat dunia dengan mata kepalanya".

Hening ..........................
Pasangan suami istri itu terdiam seribu bahasa.



Sunday, October 14, 2012

Empal Gentong


     Terkadang kita seperti mengalami dejavu, di mana kita bertemu dengan atau mengalami satu keadaan di mana kita merasa seperti pernah mengalami sebelumnya, tapi yang saya tulis di sini bukan dejavu ( yang memang kadang kadang terasa mampir di pikiran ), tapi adalah tentang bagaimana satu kejadian atau hal yang kita bayangkan pada hari ini kemudian pada hari hari berikutnya menjadi satu kenyataan.

     Teman bermain saya di kampung ketika masih kecil, sebut saja namanya Mas Tri ( kemarin baru saja telpon, saya kasih kabar kalau mungkin saja saya mau ke Cirebon, eh dianya malah ke Bojonegoro karena satu pekerjaan ), dia jauh jauh merantau ke Kota Tangerang Alhamdulillah mendapat jodoh gadis asal Cirebon. Kemudian Teman satu kelas saya waktu SMA, sebut saja namanya Mbak Wiwik ( nah ini dia tumpuan saya nanti kalau satu saat ke Cirebon, he he ) karena jasa Mark Zukerberg lewat facebook nya, kami ketemu setelah 17 tahun, waks sudah tua benar ternyata kami, dan ..... dia tinggal di Cirebon. Lewat obrolan obrolan kami, terpampanglah satu dua cerita mengenai Nasi Jamblang dan Empal Gentong, Nah ini dia!!!, tadinya yang ada dalam pikiran saya tentang si empal gentong ini adalah selalu tentang dendeng daging, makanya karena penasaran saya ingin sekali di kirimin barang setengah kilo empal gentong, tapi ternyata oh ternyata setelah berdebat tentang bagaimana mereka harus mengirim makanan tersebut yang saya kira mudah, baru tahu saya ternyata ini adalah sejenis masakan berkuah, nah loh, baru ngeh saya. Jadi batal deh menikmati sedapnya si empal gentong ini.

     Tapi, satu hari di tanggal 12 June 2012, di pesta pernikahan teman kantor saya ( Halo Mas Hendi, he he ), yang di adakan di satu gedung di dekat Pabrik Gula Madukismo, setelah melewati satu persatu gubug makanan yang di sediakan yang punya hajat , jedarrrr ...... terlihatlah oleh saya satu masakan dengan judul Empal Gentong, Oh my God, rasanya bagai ketiban durian, tapi tetap lebih enak ke gratisan Empal Gentong, ha ha ha. Maka tanpa pikir panjang lagi langsung saya ambil seporsi Empal Gentong, sesendok dua sendok, mmmmmm rasanya memang mantab!!!. Tapi tetep satu saat harus ke Cirebon buat menikmati si empal gentong yang asli sana, semoga di beri rizki, Amin.

Gubug Empal Gentong itu

     Nasib mujur ternyata masih menghampiri saya, satu hari lagi enak enaknya nge tweet pakai akun @budi_sargede tentang empal gentong, yang punya akun empal gentong muncul @empalgentongCRB ( he he he, halo mbak/ mas admin ) what a lucky I am.

     Nah bagi anda yang penasaran dengan si empal gentong ini, saya sertakan juga resep masaknya yang terus terang saya ambil ( copy paste ) dari http://food.detik.com/read/2012/06/02/120158/1931040/360/resep-daging-empal-gentong
tapi mungkin tidak se original yang ada di Cirebon, kan namanya empal gentong, kemungkinan pakai gentong juga kan? He he, silahkan di simak

Bahan:
500 g daging sapi sandung lamur
500 g jeron sapi (babat, paru, usus)
2 sdm minyak sayur
1 batang serai, memarkan
1 lembar daun salam
3 butir cengkih
500 ml santan segar
Haluskan:
5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
1/2 sdt merica butiran
2 cm kunyit
1/2 cm jahe
2 sdt garam
Pelengkap:
Cabai merah bubuk
Daun kucai, iris kasar
Bawang merah goreng

Cara membuat:

Rebus daging sapi dan jeroan secara terpisah hingga empuk. Tiriskan, potong-potong daging sapi dan jeron kecil dan tipis. Sisihkan kaldu daging.
Tumis bumbu halus hingga wangi.
Tambahkan serai, daun salam, cengkih, aduk rata hingga wangi.
Angkat, taruh di panci, beri kaldu daging sapi dan santan, didihkan.
Masukkan potongan daging dan jeroan. Masak dengan api kecil hingga mendidih dan meresap.
Angkat. Sajikan panas dengan Pelengkapnya.

Untuk 6 orang

selamat mencoba dan merasakan nikmatnya empal gentong.

Wednesday, October 10, 2012

Lost In Bali Part II

Antonio Blanco Museum Ubud

Bali Bird Park Singapadu Gianyar

Bali Zoo, Sukawati Gianyar

Tempat belanja oleh oleh murah meriah ..... langganan kami sejak dulu

Kerobokan